Banyak pendapat yang berbeda seputar cikal sebutan nama Natal bagi kota Natal yang kini terletak di pesisir Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ada yang menyebut sebutan Natal kali pertama dituliskan oleh bangsa Portugis yang datang ke Pantai Barat. Ada pula yang menyebut kata Natal berasal dari ungkapan bahasa Mandailing: Nadatarida atau juga ada yang menyebut ungkapan bahasa Minangkabau: Tanah nan Data(r).
Pendapat penyebutan kata “Natal” oleh bangsa portugis itu terkait kengototan pada fakta sejarah penemuan wilayah Natal antara Inggris dengan Portugis yang kontroversial. Inggris mengklaim menemukan Natal pada tahun 1762. Sedangkan Potugis mengklaim bahwa merekalah yang memberikan nama pada daerah itu, ketika kedatangan mereka di sana untuk pertama kalinya, sekitar tahun 1492-1498 bersamaan dengan Hari Raya Natal.
Putri Balkis Alisjahbana (adik kandung Sutan Takdir Alisjahbana) mengatakan kata Natal berasal dua ungkapan pendek masing-masing dari bahasa mandailing dan Minangkabau. Ungkapan bahasa Mandailing Natarida (yang terlihat) dari lereng Sorik Marapi. Menginagtkan kita ketika orang Mandailing memandang dari kawasan lereng gunung sorik marapi ke arah hamparan Natal. Sampai kini masih banyak orang mandailing menyebut Natal dengan sebutan Nata r(Alisjahbana,1996:42-44). Ungkapan bahasa Minangkabau ranah nan data(r) yang artinya daerah yang datar (Alisjahbana,1996:43).
“Yang jelas, pada abad ke-8 di daerah sekitar Natal telah berdiri Kerajaan Rana Nata dengan salah satu rajanya bernama Rajo Putieh atau biasa dipanggil Ranah Nata. Disebut-sebut, dia adalah orang Persia yang menyebarkan agama Islam di sana”. (Ahmad Arif/ (Harian Kompas edisi 16 Desember 2005).
Apakah Raja putieh adalah cikal bakal raja-raja di natal tidak di ada data yang akurat untuk mengaitkan Raja di natal adalah turunan dari Rajo Putieh .
Sutan Usman dalam tulisanya riwayat orang melayu mula mula datang ke Natal dan Lingga Bayu mengatakan pada permulaan abad 18 ada seorang bernama Raja nan sutan gelar Raja Endra sutan seorang bangsawan dari negeri Indrapura berkelana untuk mencari tempat tinggal baru di dalam perjalanan dia bertemu Datuk Imam adalah Raja ujung gading pada saat itu .singkat cerita mereka mendapatkan tempat dan mendirikan perkampungan dinamakan Malako yang ditempati Datuk Iman dan Lingga Bayu di tempati oleh Raja nan sutan.
Setelah datuk Imam meninggal dia digantikan oleh keponakanya bernama Datuk besar nan tuo . Menurut Blog Rully 03 Ibu datuk besar nan tuo ini bernama siti ratiah dari sinilah silsilah
St .Amansyah dan istrinya Putri Cahaya beserta keturunanya
Indramayu, 28 – 9 – 2009
Disunting oleh
ROMI CITRA ASMARA
Sumber:
1.Riwayat dari orang melayu yang mula mula
Datang ke natal dan lingga bayu { St Usman Natal.1Nov 1946}
2. Asul asul keturunan Tengku sembah alam Marah himpun
{ Sutan Zainal muluk Natal .22 - 12 - 1970 disalin sesuai asli
oleh Afnan Gunawan Malayasia 17 – 1 – 1979 }
3. Tampa judul tahun 1956
4, Natarombo Yun Aswar
Minggu, 04 Oktober 2009
Langganan:
Komentar (Atom)






